There is nothing to show here!
Slider with alias finance-slider not found.

Focus on your Life Goals, let me help you to manage and plan your financial Goals.

[tek_sectiontitle st_title=”Apakah kamu Memiliki Permasalahan Keuangan?” st_title_tag=”h2″ st_subtitle_decoration=”” st_title_color=”#000000″ st_subtitle_color=”#ffffff” st_separator_enable=”separator_on” st_separator_position=”below_title” st_separator_color=”#eeee22″ st_separator_style=”solid-line” st_separator_width=”sep-border-width-2″ st_text_align=”text-left” st_width=”st_fullwidth”]
  • Pendapatanmu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan.
  • Pendapatan digunakan untuk gaya hidup (lifestyle) karena butuh pengakuan.
  • Tidak mampu mengelola hutang atu terjerat hutang.
  • Tidak punya Tabungan atau Dana Darurat (emergency fund).
  • Kurang pengetahuan manajemen risiko dan asuransi.
  • Tidak memikirkan kebutuhan masa depan dan tidak tau cara mempersiapkanya.
  • Belum mengerti tentang Investasi dan bagaimana cara memulainya.
  • Bingung mengelola kekayaanmu.

Yuk, cek kondisi kesehatan keuanganmu

Cek kesehatan finansial bertujuan untuk mengetahui seberapa sehat keuangan pribadi kamu. kamu juga dapat mengetahui kondisi likuiditas, tabungan, hutang, aset invetasi, kekayaan bersih, Arus kas, solvabilitas dan lainnya hanya dengan mengisi data-data yang dibutuhkan.

Kamu mau menjadi perencanan keuangan Profesional?

Kami menyelenggarakan program pelatihan dan Sertifikasi bagi profesi jasa keuangan di Indonesia,  Sertifikasi perencana keuangan gelar AWP bekerja sama dengan AWP Academy dan Sertifikasi Perencana keuangan QWP® (Qualified Wealth Planner) bekerjasama dengan  QWP® Academy dan Kami sudah menyelenggarakan sertifikasi AWP dan QWP lebih dari 200 peserta seluruh Indonesia.

[tek_sectiontitle st_title=”News & Event” st_title_tag=”” st_subtitle_decoration=”” st_title_color=”#000000″ st_separator_enable=”separator_on” st_separator_position=”below_title” st_separator_style=”solid-line” st_separator_width=”sep-border-width-1″ st_text_align=”text-center” st_width=”st_fullwidth”]
[tek_sectiontitle st_title=”News” st_title_tag=”h3″ st_subtitle_decoration=”” st_title_color=”#000000″ st_separator_enable=”separator_off” st_text_align=”text-left” st_width=”st_fullwidth”]

Cerai Bukan Sekadar Putus Cinta: Ini 7 Alasan Sah Versi Hukum dan Dampaknya pada Harta Gono-Gini

Jakarta, 7 Agustus 2025 – Perceraian bukan sekadar kisah cinta yang kandas. Ini adalah keputusan besar yang punya implikasi hukum, psikologis, hingga finansial. Banyak orang berpikir perceraian hanya soal “berpisah”, padahal di baliknya, ada urusan serius seperti pembagian harta bersama, hak asuh anak, dan masa depan keluarga. Indonesia telah menetapkan dasar-dasar hukum perceraian lewat Pasal 19 PP No. 9 Tahun 1975. Bukan sekadar aturan, pasal ini adalah “pintu legal” bagi mereka yang ingin mencari keadilan ketika rumah tangga tak lagi bisa dipertahankan. Berikut isi Pasal 19, yang menjadi pegangan utama pengadilan dalam menerima gugatan cerai: a. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkanb. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannyac. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsungd. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang laine. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isterif. Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga Praktik Nyata di Pengadilan: Tak Serumah 6 Bulan = Tanda Bahaya Di lapangan, pengadilan juga sering mempertimbangkan fakta tidak serumah selama lebih dari 6 bulan tanpa komunikasi sebagai bukti nyata keretakan rumah tangga. Ini bisa menjadi faktor pendukung kuat untuk membuktikan bahwa relasi sudah tidak dapat diperbaiki. Hati-Hati! Jika Tidak Ada Perjanjian Kawin, Harta Gono-Gini Dibagi Dua Banyak yang kaget setelah sidang cerai: rumah yang dibeli atas nama salah satu pasangan ternyata tetap dianggap harta bersama, karena dibeli dalam masa pernikahan. Jika tidak ada perjanjian perkawinan (prenup), maka semua harta yang diperoleh selama menikah akan dibagi dua secara adil menurut hukum. Ya, termasuk tabungan, aset investasi, bahkan utang!Tanpa pemahaman hukum yang kuat, perceraian bisa berubah menjadi medan perang baru—soal harta dan hak. Solusinya? Pahami & Lindungi Asetmu Lewat Program Certified Estate Planner (CEP®) Inilah saatnya kamu melek hukum dan finansial!CEP® (Certified Estate Planner) adalah program profesional yang membekali kamu dengan pengetahuan tentang: Dipandu langsung oleh Dr. Eko Usriyono, MM, CEP, dan mentor-mentor terbaik OFIN Academy, program ini dirancang untuk kamu yang ingin jadi smart decision maker dalam urusan harta, warisan, dan keberlanjutan keluarga. Penutup: Cerai Boleh Saja, Tapi Jangan Ceroboh Hukum sudah menyediakan jalur bagi yang ingin mengakhiri pernikahan. Tapi hanya mereka yang paham hak & kewajibannya yang bisa keluar dari perceraian dengan kepala tegak—dan keuangan tetap terjaga. Jangan biarkan perpisahan membuat hidupmu makin rumit.💡 Pahami, rencanakan, dan lindungi masa depanmu mulai hari ini. Karena harta bukan hanya untuk diwariskan… tapi juga untuk dijaga dari konflik.

OFIN Academy Lahirkan Certified Wealth Planner® Baru, Siap Tangani Perencanaan Kekayaan HNWI dan Non-HNWI

Jakarta, 5 Agustus 2025 OFIN Academy, lembaga pelatihan profesional yang fokus pada pengembangan perencana kekayaan, kembali mencetak lulusan Certified Wealth Planner (CWP®) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Acara ini diselenggarakan secara hybrid di Jakarta dan online melalui Zoom, dipandu langsung oleh Dr. Eko Usriyono, MM, CWP, Founder & CEO OFIN Academy, bersama tim CWP Indonesia. Program CWP® dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan finansial biasa, melainkan sebagai standar kompetensi profesional dalam mengelola kekayaan secara terintegrasi. Pendekatan yang digunakan, Life-Integrated Wealth Planning, memadukan strategi pengelolaan aset, perencanaan proteksi, investasi, dan distribusi warisan dengan nilai hidup dan tujuan keluarga. Dalam batch ini, tiga profesional dari industri asuransi berhasil lulus uji kompetensi resmi dan kini menyandang gelar Certified Wealth Planner (CWP®): Ketiganya selama ini fokus di bisnis asuransi, namun melalui program CWP® mereka mendapatkan wawasan baru untuk naik kelas menjadi perencana kekayaan strategis. Peran ini penting karena CWP® dibekali kemampuan untuk melayani spektrum klien yang luas — dari High Net Worth Individuals (HNWI) dengan aset bernilai miliaran hingga segmen non-HNWI yang membutuhkan perencanaan keuangan terarah untuk mencapai kemandirian finansial. “Seorang CWP® bukan hanya menjual produk keuangan, tetapi menjadi trusted advisor bagi klien. Baik mereka miliarder yang butuh pengelolaan portofolio kompleks, maupun keluarga muda yang baru memulai perjalanan keuangan, semua membutuhkan panduan yang terstruktur,” ujar Dr. Eko Usriyono. Menurutnya, kompetensi ini sangat relevan bagi tenaga profesional asuransi. “Dengan skill CWP®, agen asuransi bisa melampaui peran tradisionalnya. Mereka mampu menyusun strategi proteksi sekaligus rencana pertumbuhan kekayaan, memastikan klien dari berbagai lapisan mendapatkan solusi yang menyeluruh,” tambahnya. Melalui kelulusan ini, OFIN Academy menegaskan perannya dalam memperkuat kualitas Wealth Planner di Indonesia. Para lulusan diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung antara proteksi, pertumbuhan aset, dan keberlanjutan kekayaan lintas generasi. Selamat kepada para lulusan CWP® 5 Agustus 2025. Semoga pencapaian ini menjadi batu loncatan untuk kontribusi lebih besar dalam membangun ekosistem perencanaan kekayaan yang inklusif, profesional, dan berstandar global.

CWP, CRP, CEP vs WAPERD & WMI: Sertifikasi atau Lisensi, Mana yang Tepat untuk Karier Finansial Anda?

Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, peran perencana keuangan semakin mendapat tempat di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan aset, perencanaan pensiun, dan distribusi warisan. Namun, masih banyak kebingungan publik terkait perbedaan antara sertifikasi profesional seperti CWP, CRP, CEP, dan lisensi legal seperti WAPERD dan WMI. Padahal, pemahaman yang tepat atas kedua hal ini menjadi dasar penting dalam menentukan arah karier di sektor keuangan, baik sebagai perencana independen, agen asuransi, maupun bagian dari institusi pasar modal. Sertifikasi CWP, CRP, dan CEP: Kompetensi Holistik di Tengah Dinamika Finansial Sertifikasi CWP (Certified Wealth Planner®), CRP (Certified Retirement Planner®), dan CEP (Certified Estate Planner®) merupakan program pelatihan profesional yang dirancang oleh OFIN Academy. Ketiganya memiliki fokus yang berbeda, namun sama-sama bertujuan meningkatkan kapabilitas peserta dalam memberikan solusi finansial yang menyeluruh, berbasis kasus nyata, dan relevan dengan konteks Indonesia. CWP, misalnya, menekankan pendekatan Life-Integrated Wealth Planning — menyatukan perencanaan keuangan dengan makna hidup dan nilai-nilai keluarga. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan strategi pengelolaan kekayaan, namun juga keterampilan komunikasi dan perencanaan berkelanjutan lintas generasi. Sementara itu, CRP dirancang untuk menjawab tantangan perencanaan pensiun di tengah meningkatnya harapan hidup dan potensi krisis keuangan hari tua. Materi CRP mencakup simulasi kebutuhan dana pensiun, strategi proteksi, serta model-model sumber passive income jangka panjang. Di sisi lain, CEP lebih bersifat spesialisasi. Program ini fokus pada isu warisan dan distribusi aset — mulai dari pemahaman hukum waris (Islam, Perdata, dan Adat), hingga praktik penyusunan wasiat, hibah, dan proteksi aset keluarga. CEP menjadi penting di tengah tingginya konflik warisan di Indonesia akibat kurangnya edukasi lintas generasi. Perbandingan Sertifikasi CWP, CRP, dan CEP Aspek Perbandingan CWP (Certified Wealth Planner®) CRP (Certified Retirement Planner®) CEP (Certified Estate Planner®) Fokus Utama Perencanaan kekayaan terintegrasi dengan tujuan hidup & nilai keluarga Strategi pensiun menyeluruh, passive income & proteksi masa tua Perencanaan warisan, hukum waris & distribusi aset keluarga Pendekatan Life-Integrated Wealth Planning Retirement Life Design & Income Strategy Economic Family Value & Legal Succession Topik Kunci Cash flow, proteksi, investasi, pajak, warisan, family values Dana pensiun, passive income, proteksi, bisnis pensiun Hukum waris Islam, Perdata, Adat, hibah, wasiat, proteksi aset Peserta Ideal Perencana keuangan, RM bank, agen asuransi, advisor keluarga Calon pensiunan, HRD, advisor usia 40+, konsultan MPP Agen asuransi jiwa, pengacara, konsultan waris, notaris Nilai Tambah Pemahaman holistik & aplikasi tools Setiti Studi kasus nyata & simulasi pensiun Pemahaman hukum lokal & penerapan strategi distribusi aset Durasi Pelatihan 1 hari intensif + sertifikasi 2 hari intensif + sertifikasi 2 hari intensif + sertifikasi Outcome Mampu menyusun strategi kekayaan berbasis nilai & tujuan hidup Mampu merancang pensiun aktif & realistis Mampu membuat rencana warisan legal & harmoni keluarga Lisensi/Title CWP® CRP® CEP® Penyelenggara OFIN Academy – okefinansial.com OFIN Academy – okefinansial.com OFIN Academy – okefinansial.com ✨ Keunggulan Kompetitif CWP®, CRP®, CEP® dari OFIN Academy Program sertifikasi CWP®, CRP®, dan CEP® dari OFIN Academy dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan praktisi keuangan di Indonesia. Seluruh materi disusun berdasarkan regulasi lokal seperti OJK, BPJS, UU Waris, KHI, dan KUH Perdata, serta mempertimbangkan nilai budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Ini menjadikan program lebih aplikatif dibanding sertifikasi global yang perlu adaptasi ulang. Disusun langsung oleh Dr. Eko Usriyono, SE., MM., program ini lahir dari kombinasi teori akademik dan pengalaman lapangan ribuan klien. Pendekatannya praktis, berbasis studi kasus nyata, dan langsung bisa diterapkan oleh advisor, RM bank, agen asuransi, maupun trainer keuangan. Keunggulan lainnya: fleksibel dan terjangkau. CWP cukup 1 hari, sedangkan CRP dan CEP 2 hari — jauh lebih ringkas dari program global yang memakan waktu dan biaya besar. Program ini juga sangat relevan untuk klien lokal. Peserta dilatih menyampaikan konsep keuangan, pensiun, dan warisan dengan bahasa sederhana dan analogi yang sesuai kultur Indonesia. Selain itu, mereka mendapat akses tools seperti Setiti® Financial Tools, template Book Plan, dan komunitas praktisi profesional yang saling mendukung. Sederhananya, CWP®, CRP®, dan CEP® adalah sertifikasi lokal yang ringkas, relevan, dan berdampak nyata — solusi terbaik bagi profesional yang ingin naik kelas dan tetap membumi. WAPERD dan WMI: Legalitas dalam Ekosistem Pasar Modal Jika sertifikasi memberikan kompetensi praktis, maka WAPERD dan WMI merupakan lisensi legal yang wajib dimiliki oleh para pelaku industri pasar modal. Keduanya diterbitkan oleh OJK melalui lembaga pendidikan TICMI, dan menjadi prasyarat untuk menjual atau mengelola produk investasi secara sah. WAPERD (Wakil Agen Penjual Reksa Dana) adalah lisensi yang wajib bagi agen atau institusi yang memasarkan produk reksa dana ke publik. Tanpa lisensi ini, aktivitas penjualan produk reksa dana dianggap ilegal. WMI (Wakil Manajer Investasi) ditujukan bagi profesional yang bertugas mengelola portofolio efek di perusahaan manajer investasi. Tanggung jawab pemegang WMI bersifat fiduciary, sehingga pelatihan dan ujian lisensi WMI memiliki tingkat kompleksitas teknis dan regulasi yang lebih tinggi. Mana yang Lebih Penting: Sertifikasi atau Lisensi? Sertifikasi dan lisensi sejatinya memiliki fungsi berbeda dan tidak dapat saling menggantikan. Sertifikasi lebih menekankan pada penguasaan ilmu, strategi, dan pendekatan solusi berbasis klien. Sementara lisensi dibutuhkan agar aktivitas distribusi atau pengelolaan produk keuangan dilakukan secara legal. “Profesional keuangan masa kini tidak cukup hanya pegang izin, tapi juga harus punya pemahaman mendalam dan etika ketika mendampingi klien,” ujar Dr. Eko Usriyono, pendiri okefinansial.com sekaligus penggagas CWP, CRP, dan CEP. Menurutnya, kombinasi antara kompetensi (sertifikasi) dan legalitas (lisensi) adalah kunci untuk membangun reputasi yang berkelanjutan di industri finansial. Perbandingan Singkat Kriteria CWP / CRP / CEP WAPERD / WMI Fungsi Meningkatkan kompetensi dan kepercayaan klien Legalitas menjual/mengelola produk Lembaga OFIN Academy / okefinansial.com OJK melalui TICMI Legalitas Tidak memberi hak jual langsung Memberikan hak transaksi resmi Target Konsultan keuangan, trainer, advisor Agen reksa dana, fund manager Kesimpulan Jika Anda ingin menjadi penasihat keuangan strategis yang dipercaya klien, maka program sertifikasi seperti CWP, CRP, atau CEP adalah pilihan tepat. Namun jika Anda berkarier di industri produk investasi, maka lisensi WAPERD dan WMI adalah keharusan hukum. Kombinasi keduanya menjadi daya saing utama bagi para profesional yang ingin bertahan dan bertumbuh dalam industri finansial yang semakin kompleks dan kompetitif.

Darimana Kamu Tahu Kalau Keuanganmu Butuh Bantuan Profesional? Ini 3 Tandanya

📅 19 Juli 2025 | oleh Redaksi Okefinansial Banyak orang merasa kondisi keuangannya baik-baik saja. Gaji masuk rutin, tagihan terbayar, dan hidup berjalan seperti biasa. Tapi diam-diam, ada rasa tidak tenang. Tidak punya tabungan. Utang bertambah. Dan masa depan terasa samar. Pertanyaannya: kapan sebenarnya kamu perlu bantuan profesional dalam mengelola keuangan? Menurut Dr. Eko Usriyono, MM, CWP®, seorang perencana kekayaan bersertifikat, ada beberapa tanda umum yang sering diabaikan. Padahal jika dikenali sejak awal, tanda-tanda ini bisa menyelamatkan kamu dari masalah finansial yang lebih besar. 1. Penghasilan Naik, Tapi Kekayaan Malah Turun Ini tanda paling umum. Gaji kamu naik, tapi saldo rekening tetap tipis. Tabungan tidak bertambah. Bahkan cicilan makin banyak. “Masalah ini bukan karena kamu boros, tapi karena belum ada strategi. Tanpa peta keuangan yang jelas, uang sebesar apa pun akan habis tanpa arah,” jelas Dr. Eko. 2. Masalah Keuangan Disimpan Sendiri, Tapi Terasa Berat Berapa banyak orang yang malu bicara soal utang, gagal investasi, atau pengeluaran berlebihan? Padahal menyimpan masalah hanya memperbesar beban mental dan risiko jangka panjang. “Konsultasi keuangan bukan soal menghakimi. Ini soal menyelamatkan kamu dan keluarga sebelum semuanya terlambat,” tegas Eko. 3. Ingin Berubah, Tapi Selalu Gagal Memulai Kamu tahu pentingnya menabung. Kamu sadar butuh dana darurat dan investasi. Tapi selalu gagal memulai. Akhirnya hidupmu berputar di pola lama: kerja, gajian, bayar tagihan, habis. Ulang dari awal. “Perubahan besar jarang datang sendirian. Kamu butuh sistem dan orang yang mendampingi,” kata Eko. 💬 “Jujurlah pada dirimu sendiri…” Kalau dari tiga pertanyaan tadi dalam hatimu menjawab “iya”… maka jangan tunggu lebih lama lagi. Segera hubungi perencana keuangan profesional. Konsultasi bukan tentang menghakimi, tapi tentang menyelamatkan. 💣 Masalah keuangan kalau dibiarkan, tidak akan membaik sendiri. Bisa makin parah: utang menumpuk, kesempatan investasi hilang, bahkan bisa sampai gagal bayar atau bangkrut. Saya ingin kamu dan keluargamu masih punya waktu dan energi untuk memperbaiki semuanya — sebelum semuanya terlambat. Sebagai konsultan keuangan, yang paling menyakitkan bukan saat kamu datang membawa masalah. Yang menyakitkan adalah saat kamu datang terlambat, dan kami hanya bisa menawarkan opsi-opsi menyakitkan karena situasinya sudah terlalu rumit, dan ruang gerak terlalu sempit. 💬 “Sebenarnya, biar apa sih?” Biar kamu dan keluargamu: ✨ bisa bangkit lagi dari masalah keuangan✨ bisa hidup penuh semangat dan gairah✨ bisa kembali tersenyum tanpa beban pikiran soal utang dan tagihan✨ bisa menikmati hidup, bukan sekadar bertahan Saya ingin kamu tahu satu hal penting: Kamu tidak gagal.Kamu hanya belum dibekali strategi perencanaan kekayaan yang tepat.Dan itu bisa kita perbaiki… asal kamu mau mulai dari sekarang. Kenapa Harus Konsultasi? ✅ Agar kamu tahu kondisi finansialmu secara objektif✅ Agar kamu tidak merasa sendirian dalam mengatasi utang✅ Agar kamu bisa hidup lebih tenang dan punya tujuan✅ Karena kamu dan keluargamu layak punya masa depan yang tertata 📲 Siap Memulai? Kalau kamu menjawab “iya” untuk dua atau lebih dari tanda-tanda di atas, mungkin ini waktunya kamu bertindak. Kalau kamu merasa butuh bantuan profesional untuk mengelola keuangan, kamu bisa booking sesi konsultasi langsung bersama saya.📲 Klik link disini atau hubungi WhatsApp di 0811-2922-168 untuk info lebih lanjut.📸 Atau kunjungi: okefinansial.com Karena kamu tidak harus kaya untuk mulai merencanakan.Tapi kamu harus merencanakan agar bisa hidup cukup, tenang, dan bermakna. 💡 Solusinya? Solusinya sederhana tapi berdampak besar: jangan jalan sendiri.Duduklah bersama perencana keuangan. Buat peta finansial hidupmu.Tentukan prioritas, atur strategi, dan ambil kembali kendali atas uangmu — sebelum uang yang mengendalikan hidupmu. Karena setiap keluarga layak hidup tanpa beban utang, punya tabungan untuk masa depan, dan merancang hidup yang penuh harapan.Dan semuanya bisa dimulai hari ini.

[tek_sectiontitle st_title=”Events” st_title_tag=”h3″ st_subtitle_decoration=”” st_title_color=”#000000″ st_separator_enable=”separator_off” st_text_align=”text-left” st_width=”st_fullwidth”]
There is nothing to show here!
Slider with alias finance-slider not found.
Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare